Salam Kami

doa rabithah

doa rabithah

HADAPILAH...SHOUTUL HARAKAH

Selasa, 12 Februari 2013

Gila Sama Idola... Nggak Lah Yaaa!

Tentu Sobat Nida masih ingat betul ketika pertengahan 2011 lalu, Indonesia digemparkan dengan kedatangan salah satu icon remaja Amerika kala itu: Justin Biebers. Berbondong-bondong remaja dari hampir semua kota di Indonesia memenuhi Sentul demi melihat aksi panggung sang pujaan. Padahal, tiket masuk ke sana nggak murah, lho! Berkisar antara 500 ribu – 1 juta rupiah. Wow, amazing!
Belum lagi, untuk mendapatkan tiketnya, para Beliebers harus membeli jauh-jauh bulan sebelum kedatangan penyanyi muda yang biasa dipanggil JB itu. Ngantri plus desak-desakan demi tiket? So pasti!

Di hari H, Sentul mendadak menjadi lautan ungu--warna kesukaan JB (remaja apa janda sih penontonnya? hheee). Para penonton yang mayoritas remaja wanita, mengharu biru bisa menyaksikan langsung aksi JB dengan mata kepalanya. Bahkan sampai ada yang menangis cuma gara-gara mendapat kesempatan naik ke atas panggung dan diberi bunga oleh JB. Hmmm, patut dipertanyakan tuh… Gimana ya kalau seandainya yang memberi bunga adalah orang tuanya sendiri? Apakah bakal lebih histeris lagi nangisnya?
Dan itu baru di dunia nyata, Sob. Di dunia maya lebih-lebih lagi. JB yang memang mengawali karirnya dari dunia per-Youtube-an layaknya Sinta-Jojo dan Briptu Norman, banjir apresiasi dari seluruh remaja dunia. Beberapa kali menjadi trending topic di twitland, akun @justinbieber hingga kini telah difollow oleh lebih dari 17 juta followers. Di Indonesia sendiri, akun offisial JB beredar bak kacang goreng dengan follower yang nggak bisa dibilang sedikit: @JUstinBieberID, @justinbieberINA, @BieberIndonesia, @Beliebers_IND, dan @iJBiebsIndo. Tweet-tweet yang ada di sana pasti Sobat Nida sudah bisa menebak donk berkisar tentang apa aja. Hmmm… yang jelas semua tentang JB. Aneh juga ya, padahal JB sendiri kan belum tentu kenal dengan semua penggemarnya!

Jamaah SuJu CS Jamaah SNSD
Nggak lama berselang, setelah Justin Bieber, arus musik K-Pop gantian menghantam dunia musik tanah air. Eits, bukan cuma di negara kita, dink, tapi juga di seluruh dunia hingga menembus Amerika dan Eropa!
Musik mereka yang kebanyakan nge-beat dipadupadan dengan koreografi enerjik dan kostum yang “menarik”, telah membius selera musik remaja kita dan sedikit menggusur musik dalam negeri, khususnya musik melayu yang belakangan sedang naik daun. Nggak nanggung-nanggung, bukan hanya remaja cewek, remaja cowok pun nggak luput dari K-Pop wave ini. SuJu, SNSD, Wonder Girls, 2NE1, siapa coba remaja yang nggak kenal minimal pernah dengar lagu-lagu mereka?
Dan lagi-lagi, semua berasal dari dunia maya. Nggak di FB nggak di Twitter, remaja bahasnya ya artis dan lagu paling baru K-Pop. Avatar atau profil picture-nya ya K-Pop. Video yang paling sering dibuka di Youtube yaa K-Pop. Pokoknya semua serba K-Pop deh!
Nama komunitas fans K-Pop pun unik-unik, ada Sone, Elf, Wonderful, BlackJack, dkk. Yang aneh, sesama fans K-Pop tidak sedikit looh yang “ribut” di internet, saling menjagokan idolanya sekaligus menjelekkan selainnya, bikin mental jadi tidak sehat dan menghabiskan banyak waktu untuk hal yang tidak produktif. Capee deh...
Belum lagi budaya ngejiplak para penjaja hiburan tanah air. Setelah sukses beberapa tahun menjiplak habis-habisan tontonan di layar kaca dengan sinetron ala drama Korea, eh muncul lagi K-Pop KW 2 macam SM*SH, Cherry Belle, Seven Icon, sampai versi parodinya: Smosh dan Seven Ikan yang dilakoni oleh komedian OVJ.
Dampak kecilnya, lihat deh Sob tingkah adik-adik kita yang masih kecil. Kebanyakan dari mereka sudah hafal dan mampu berlenggak lenggok meniru gaya artis idola tanpa malu. Fyuuhh… benar-benar mengakar banget ya, gelombang K-Pop di Negara kita?!


Hati-hati Jatuh di Lubang Biawak
Kalau Sobat Nida jeli, sebenarnya dua fenomena di atas sudah jauh-jauh hari, belasan abad silam diprediksi melalui lisan baginda Rasul kita, Muhammad Saw.
Diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri r.a bahwa Rasulullah Muhammad saw bersabda: "Kamu akan mengikuti sunnah (kebiasaan) orang-orang sebelum kamu sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Sehingga mereka masuk ke dalam lubang biawak (buaya) kamu tetap mengikuti mereka. Kami bertanya: Wahai Rasulullah, apakah yang kamu maksudkan itu adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani? Baginda bersabda: Kalau bukan mereka, siapa lagi?" (HR. Bukhori dan Muslim).
Mirip kan apa yang dikatakan beliau dengan yang terjadi di kehidupan kita kini? Hati-hati deh, Sob! Kalau sudah “diprediksi” begitu oleh Rasul kita, percaya deh kalau itu benar adanya. Faktanya, yang kita idolakan sekarang adalah mereka yang menjadi bagian dari umat Nasrani dan Yahudi. Perlahan tapi pasti, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, kita mengalihkan kiblat kepada kebudayaan mereka. Tergila-gila dengan mereka.
Nggak hanya sampai di situ perumpamaan yang diakatakan baginda Rasul. Bahkan kalau mereka memasuki lubang biawak, kitapun akan ikut turun memasukinya. Apapun yang bersumber dari mereka, dari hal sepele sampai yang sudah mencapai tingkat raksasa macam kebudayaan, kita bilang keren. Sedangkan yang berasal dari Islam kita bilang kuno, nggak up to date, nggak sesuai dengan perkembangan zaman. Pun dengan kebudayaan asli kita, budaya Indonesia. Makin tergilas dengan arus kebudayaan luar yang mayoritas dikengkangi oleh kaum Nasrani dan Yahudi.


Boleh Nggak sih Punya Idola?
Nah, ini dia pertanyaan paling fundamentalnya. Secara... kita remaja gitu lho! Hidup kita disesaki dengan fun, fun, dan fun sehari-harinya. Nggak di layar teve, nggak di dunia maya, yang tampil ya artis-artis dengan beragam kebolehannya. So, pantas donk kita mengidolakan mereka!
Yep, tenang aja, Sob… Agama Islam itu lentur banget, kok! Siapa bilang kita nggak boleh punya idola dan mengidolakan seseorang yang menurut kita keren abis? Boleh, boleh banget, kok, Sob! Wong para sahabat, tabiin dan tabiin tabiut aja punya idola, kok. Cuma bedanya, yang mereka idolakan adalah para alim ulama, abid. Hamba yang kedekatannya dengan Allah nggak diragukan lagi. Seperti Umar yang mengidolakan kedermawanan Abu Bakar. Serta seperti baginda Rasul yang mengidolakan bacaan Quran Ibnu Masud dan merokemdasikan para sahabat beliau untuk menirukan bacaan sahabat yang satu ini.
Sementara kita… yang kita idolakan justru jauh dari gambaran idola mereka. Seorang alim (ahli ilmu) bukan, seorang abid (ahli ibadah) juga bukan. Malah idola kita adalah yang menuntun kita mendekati dunia dan menjauhi akhirat. Aurat diumbar kemana-mana, lagu-lagu yang didendangkan liriknya nggak jauh-jauh dari nafsu terhadap lawan jenis, Al-Quran pun perlahan mulai ditinggalkan hingga tercabut dari dalam dada kita.
Dan tahukah Sobat Nida… kalau di akhirat nanti kita akan bersama dengan orang yang kita cintai, lho!
Dari Abu Wa-il dari Abdullah (bin Masud), dia berkata: “Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah sembari berkata: “wahai Rasulullah! Apa pendapatmu terhadap seorang laki-laki yang mencintai suatu kaum padahal dia belum pernah (sama sekali) berjumpa dengan mereka?” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “seseorang itu adalah bersama orang yang dia cintai”. (H.R.Muslim)
So, mau bersama siapa sih kita di akhriat nanti? Bersama Rasul dan orang-orang mukmin, kah? Atau bersama yang lain? Pilihan ada di tangan kita, Sob. Tentukan sejak sekarang. Ok.