Salam Kami

doa rabithah

doa rabithah

HADAPILAH...SHOUTUL HARAKAH

Senin, 18 November 2013

Apakah Hati Telah Berhijab?

Bismillahirrahmanirrahiim
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,

Jilbab minimalis, pakaian sempit, jins ketat, tanpa kaos kaki.
Sedikit gambaran tentang jilbab gaul

---

Dalil Menutup Aurat
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS Al-Ahzab:33

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya ...
QS An-Nuur:31

Batas-batas Aurat
Sabda Rasulullah SAW kepada Asma binti Abu Bakar,
"Wahai Asma sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya."
HR Abu Dawud

Pakaian yang Tidak Ketat
"Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya."
HR Bukhari dan Muslim
Keterangan: Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.

Menjaga Lisan
"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik."
QS Al Ahzab: 32

Tabarruj (Menampakkan Perhiasan)
Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.
QS An-Nuur:60

"... dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu ..."
QS Al-Ahzab:33

Memakai Wangian
"Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina."
HR Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.

Bersentuhan dengan Bukan Mahram
"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya"
HR At Tabrani dan Baihaqi

---

Khatimah, saya hanya ingin mengutip perkataan seorang al-akh ketika kami membahas hal ini:
"Memang fisik telah terhijab, tapi apakah HATI mereka telah terhijab?"

Allohualam bisshowab

......

[+/-] Selengkapnya...

Istana Cinta, Surga Harapan

Masih ingatkah waktu itu tangisan pertama mu. Saat semua orang di sekeliling mu begitu bergembira bahagia menyambut kehadiran mu, sedang engkau terus menerus menangis di awal kehidupan mu. masih teringat saat itu engkau tak henti-hentinya menangis di atas semua doa-doa dan harapan mereka. Waktu itu terlampau kecil dirimu, engkau hanyalah seonggok bayi lemah tak berdaya yang belum pernah melihat kehidupan, apa yang engkau tahu tentang dunia ini. engkau bahkan  tak mengerti apa-apa. Tapi lihatlah mereka semua begitu bersimpatik kepadamu, mereka mulai menyapamu dengan sapaan yang lembut, mulai mengajak mu berbicara dengan bahasa-bahasa cinta, menghiburmu dengan ribuan aneka cara, mereka mulai menenangkanmu dengan penjagaannya dan dekapannya seakan-akan mereka berkata ‘ You never Alone’.


(Terima kasih untuk Ummi dan Abi…)

Kini mereka (Orang Tua) mulai mengasuhmu dengan pengasuhannya yang terbaik, melayanimu di dalam suatu tempat yang sangat baik untuk melindungimu. indahnya Rumah Pertama mu, sangat luas bukan? bukankah semua ini sangat indah? tempat istimewa yang baru sekali engkau lihat sebagai seorang bayi kecil dan mungil. tempat mu sering kali menangis dan tertawa, tempat mu sering kali merengek untuk meminta apa yang kau inginkan.

Kini lambat laun waktu pun berjalan dan kini semuanya berubah. Sekarang engkau telah tumbuh besar, sekarang engkau sudah mulai pandai sekali berbicara, bahkan sekarang sudah hampir sebagian waktu mu terus di habiskan di luar rumah ini.

‘ Nak, kamu dimana? cepat pulang ya Abi dan Ummi khawatir pada mu’ .  Sungguh begitu sayangnya mereka pada mu.

(Terima kasih untuk Ummi dan Abi…)

Tapi sekarang ada apa dengan mu, Nak…
menakjubkannya sekarang kenapa engkau sudah merasa besar, engkau merasa rumah ini begitu kecil, sesak, dan sempit tidak seperti rumah-rumah teman mu yang pernah kau kunjungi.

sekarang engkau sudah merasa lebih pandai, kini lebih pintar lisanmu dalam beralasan ‘ Tunggu’, ‘Entar’, ‘Tidak mau’ kepada mereka orang tua mu. atau dirimu hanya sekedar ingin menunjukan kepada saudara mu di rumah ini, bahwa ucapan mu lebih baik dan lebih benar dari ucapan saudaramu yang lain dengan mengargumenkan apa pun yang bisa kau ucapkan. tidak ada kelapangan hati rasa mau mengalah dalam hormat dan sayang.

kini engkau sudah merasa bebas, lebih senang memilih melakukan sesuatu di luar sana yang merasa lebih begitu mengasyikan dari pada mengerjakan tugas rumah mu meski mereka orang tua mu sering kali engkau tinggalkan, tapi mereka tak pernah meninggalkanmu dalam bait doanya.

Sungguh…
 
Masih ingat kah di rumah ini saat kita dahulu belajar mengeja dan berbicara bersama?
Masih ingat kah di rumah ini saat kita dahulu belajar merangkak dan berjalan bersama?
masih ingat kah di rumah ini saat kita dahulu mulai jatuh dan terus belajar berdiri kembali bersama ?

Rumah Pertama kita…

Duhai saudara ku…
kalo semua orang di dalam rumah ini ingin semuanya terus berbicara, lalu siapa yang akan belajar mendengarkan?

kalo semua orang di dalam rumah ini merasa besar dan semuanya ingin menjadi pemimpin, lalu siapa yang akan belajar menasehati dan mentaati?

kalo semua orang di dalam rumah ini berada di luar, lalu siapa yang akan belajar menjaganya?
Gubuk kecil mu…

ini memang tentang gubuk kecil mu, rumah idaman kita dahulu. bangunan Istana cinta pertama yang masih tegak berdiri. meskipun waktu mengusangkan rupa tapi tidak pernah menghilangkan rasa. mencintai mu sebagai mana mencintai diri ini sendiri itu yang membuat semua ini berarti. Rumah sederhana yang syarat penuh dengan makna. Rumah yang di dalamnya penuh dengan kedamaian, ketenangan, dan kebaikan.

Rumah impian kita, telaga surga harapan yang tak pernah berhenti mengalir. tempat kita merasakan sejuknya semilir, tempat dimana semua impian-impian mulia kita terukir.

aku hanya sekedar rindu, dan esok Pun akan ku bangun Rumah ku bersama keluarga kecil tercinta.

 Sesungguhnya Engkau tahu, bahwa hati ini telah berpadu berhimpun dalam naungan cinta-Mu’.

Semoga Allah.SWT memberikan sepetak rumah di Surga, yang akan mengumpulkan cinta dan harapan serta kita semua di dalam-nya. Sebuah Istana yang Indah di sana.

......

[+/-] Selengkapnya...