Salam Kami

doa rabithah

doa rabithah

HADAPILAH...SHOUTUL HARAKAH

Sabtu, 07 Desember 2013

Benarkah Kita Kader Dakwah??

Benarkah kita kader dakwah? Kader dakwah itu memiliki kepahaman yang utuh. Paham akan falsafah dasar perjuangan, paham akan nilai-nilai yang diperjuangkan, paham akan cita-cita yang hendak dicapai, paham akan jalan yang harus dilalui. Kader dakwah memiliki pemahaman yang komprehensif. Paham akan tahapan-tahapan untuk merealisasikan tujuan, paham akan konsekuensi setiap tahapan, paham akan logika tantangan yang menyertai setiap tahapan, paham bahwa di setiap tahapan dakwah memiliki tingkat resiko yang berlainan. Kepahaman kader dakwah terus berkembang.

......

[+/-] Selengkapnya...

Senin, 18 November 2013

Apakah Hati Telah Berhijab?

Bismillahirrahmanirrahiim
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal,

Jilbab minimalis, pakaian sempit, jins ketat, tanpa kaos kaki.
Sedikit gambaran tentang jilbab gaul

---

Dalil Menutup Aurat
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
QS Al-Ahzab:33

Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya ...
QS An-Nuur:31

Batas-batas Aurat
Sabda Rasulullah SAW kepada Asma binti Abu Bakar,
"Wahai Asma sesungguhnya seorang wanita itu apabila telah baligh (haidh) maka tidak boleh baginya menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, seraya menunjukkan wajah dan telapak tangannya."
HR Abu Dawud

Pakaian yang Tidak Ketat
"Sesungguhnya sebilangan ahli neraka ialah perempuan-perempuan yang berpakaian tapi telanjang yang condong pada maksiat dan menarik orang lain untuk melakukan maksiat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium baunya."
HR Bukhari dan Muslim
Keterangan: Wanita yang berpakaian tipis/jarang, ketat/ membentuk dan berbelah/membuka bahagian-bahagian tertentu.

Menjaga Lisan
"Janganlah perempuan-perempuan itu terlalu lunak dalam berbicara sehingga berkeinginan orang yang ada perasaan serong dalam hatinya, tetapi ucapkanlah perkataan-perkataan yang baik."
QS Al Ahzab: 32

Tabarruj (Menampakkan Perhiasan)
Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.
QS An-Nuur:60

"... dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu ..."
QS Al-Ahzab:33

Memakai Wangian
"Siapa saja wanita yang memakai wangi-wangian kemudian melewati suatu kaum supaya mereka itu mencium baunya, maka wanita itu telah dianggap melakukan zina dan tiap-tiap mata ada zina."
HR Nasaii, Ibn Khuzaimah dan Hibban.

Bersentuhan dengan Bukan Mahram
"Sesungguhnya kepala yang ditusuk dengan besi itu lebih baik daripada menyentuh kaum yang bukan sejenis yang tidak halal baginya"
HR At Tabrani dan Baihaqi

---

Khatimah, saya hanya ingin mengutip perkataan seorang al-akh ketika kami membahas hal ini:
"Memang fisik telah terhijab, tapi apakah HATI mereka telah terhijab?"

Allohualam bisshowab

......

[+/-] Selengkapnya...

Istana Cinta, Surga Harapan

Masih ingatkah waktu itu tangisan pertama mu. Saat semua orang di sekeliling mu begitu bergembira bahagia menyambut kehadiran mu, sedang engkau terus menerus menangis di awal kehidupan mu. masih teringat saat itu engkau tak henti-hentinya menangis di atas semua doa-doa dan harapan mereka. Waktu itu terlampau kecil dirimu, engkau hanyalah seonggok bayi lemah tak berdaya yang belum pernah melihat kehidupan, apa yang engkau tahu tentang dunia ini. engkau bahkan  tak mengerti apa-apa. Tapi lihatlah mereka semua begitu bersimpatik kepadamu, mereka mulai menyapamu dengan sapaan yang lembut, mulai mengajak mu berbicara dengan bahasa-bahasa cinta, menghiburmu dengan ribuan aneka cara, mereka mulai menenangkanmu dengan penjagaannya dan dekapannya seakan-akan mereka berkata ‘ You never Alone’.


(Terima kasih untuk Ummi dan Abi…)

Kini mereka (Orang Tua) mulai mengasuhmu dengan pengasuhannya yang terbaik, melayanimu di dalam suatu tempat yang sangat baik untuk melindungimu. indahnya Rumah Pertama mu, sangat luas bukan? bukankah semua ini sangat indah? tempat istimewa yang baru sekali engkau lihat sebagai seorang bayi kecil dan mungil. tempat mu sering kali menangis dan tertawa, tempat mu sering kali merengek untuk meminta apa yang kau inginkan.

Kini lambat laun waktu pun berjalan dan kini semuanya berubah. Sekarang engkau telah tumbuh besar, sekarang engkau sudah mulai pandai sekali berbicara, bahkan sekarang sudah hampir sebagian waktu mu terus di habiskan di luar rumah ini.

‘ Nak, kamu dimana? cepat pulang ya Abi dan Ummi khawatir pada mu’ .  Sungguh begitu sayangnya mereka pada mu.

(Terima kasih untuk Ummi dan Abi…)

Tapi sekarang ada apa dengan mu, Nak…
menakjubkannya sekarang kenapa engkau sudah merasa besar, engkau merasa rumah ini begitu kecil, sesak, dan sempit tidak seperti rumah-rumah teman mu yang pernah kau kunjungi.

sekarang engkau sudah merasa lebih pandai, kini lebih pintar lisanmu dalam beralasan ‘ Tunggu’, ‘Entar’, ‘Tidak mau’ kepada mereka orang tua mu. atau dirimu hanya sekedar ingin menunjukan kepada saudara mu di rumah ini, bahwa ucapan mu lebih baik dan lebih benar dari ucapan saudaramu yang lain dengan mengargumenkan apa pun yang bisa kau ucapkan. tidak ada kelapangan hati rasa mau mengalah dalam hormat dan sayang.

kini engkau sudah merasa bebas, lebih senang memilih melakukan sesuatu di luar sana yang merasa lebih begitu mengasyikan dari pada mengerjakan tugas rumah mu meski mereka orang tua mu sering kali engkau tinggalkan, tapi mereka tak pernah meninggalkanmu dalam bait doanya.

Sungguh…
 
Masih ingat kah di rumah ini saat kita dahulu belajar mengeja dan berbicara bersama?
Masih ingat kah di rumah ini saat kita dahulu belajar merangkak dan berjalan bersama?
masih ingat kah di rumah ini saat kita dahulu mulai jatuh dan terus belajar berdiri kembali bersama ?

Rumah Pertama kita…

Duhai saudara ku…
kalo semua orang di dalam rumah ini ingin semuanya terus berbicara, lalu siapa yang akan belajar mendengarkan?

kalo semua orang di dalam rumah ini merasa besar dan semuanya ingin menjadi pemimpin, lalu siapa yang akan belajar menasehati dan mentaati?

kalo semua orang di dalam rumah ini berada di luar, lalu siapa yang akan belajar menjaganya?
Gubuk kecil mu…

ini memang tentang gubuk kecil mu, rumah idaman kita dahulu. bangunan Istana cinta pertama yang masih tegak berdiri. meskipun waktu mengusangkan rupa tapi tidak pernah menghilangkan rasa. mencintai mu sebagai mana mencintai diri ini sendiri itu yang membuat semua ini berarti. Rumah sederhana yang syarat penuh dengan makna. Rumah yang di dalamnya penuh dengan kedamaian, ketenangan, dan kebaikan.

Rumah impian kita, telaga surga harapan yang tak pernah berhenti mengalir. tempat kita merasakan sejuknya semilir, tempat dimana semua impian-impian mulia kita terukir.

aku hanya sekedar rindu, dan esok Pun akan ku bangun Rumah ku bersama keluarga kecil tercinta.

 Sesungguhnya Engkau tahu, bahwa hati ini telah berpadu berhimpun dalam naungan cinta-Mu’.

Semoga Allah.SWT memberikan sepetak rumah di Surga, yang akan mengumpulkan cinta dan harapan serta kita semua di dalam-nya. Sebuah Istana yang Indah di sana.

......

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 15 Maret 2013

"Pemuda-Pemuda Obsesif" (Sebuah Refleksi Ashâbul Kahfi) Oleh DR. Saiful Bahri, MA

Iftitah

Bila kita hendak mengetahui betapa pentingnya masa muda kita bisa menilik pada sejarah. Para nabi utusan Allah hampir semua menerima wahyu pada usia muda. Karena pada kaum muda terdapat berbagai potensi dan kekuatan yang tidak dimiliki anak-anak dan orang yang sudah lanjut usia. Maka bila tidak terarahkan secara baik dikhawatirkan akan beralih menjadi potensi kejahatan dan kejelekan yang akan merusak. Bukan hanya bagi dirinya, tapi bisa berakibat pada lingkungan sekitarnya.

Perhatian al-Qur’an terhadap pemuda tertuang secara simbolik melalui kisahashâbul kahfi. Kisah heroik beberapa orang kaum muda yang konsisten berpegang pada ajaran Allah meski berhadapan dengan penguasa diktator yang gencar mengintimidasi dengan teror-teror fisik dan psikis. Kepada siapapun yang enggan menyembah sesembahan dan tunduk pada agama mereka.

Konsisten dan Sabar

Kunci kisah heroik ashâbul kahfi sebenarnya terletak pada konsistensi mereka mempertahankan semangat dakwah mereka serta kesabaran mereka. Terlihat jelas dari kejelian mereka mengatur strategi berdakwah. Menyembunyikan keimanan mereka dan kemudian berani lantang menyuarakan kebenaran pada saat yang tepat. Meski pada akhirnya Allah lah yang mengatur strategi lebih jitu dan memiliki rencana. Di atas semua rencana hamba-hamba-Nya.

Di antara sebab-sebab diturunkannya Surat al-Kahfi –sebagaimana yang ditulis oleh as-Suyuthi dalam Lubâb an-Nuqûl, demikian juga ath-Thabari dan Ibnu Katsir dalam tafsirnya- Ibnu Abbas ra meriwayatkan, saat itu Nadhar bin Harits dan Uqbah bin Abi Mu’ith pergi ke pendeta-pendeta Yahudi. Singkat cerita mereka menyuruh Nadhar dan Uqbah untuk bertanya tiga hal pada Nabi Muhammad saw. : tentang ashâbul kahfi, Raja Zulkarnaen dan tentang ruh. Jika bisa terjawab maka Muhammad benar-benar seorang Nabi utusan Allah. Maka mereka pun bergegas menguji Nabi Muhammad saw. Nabi Muhammad seketika menjawab, ”Akan aku jawab besok.” Ternyata sampai lima belas malam belum juga turun wahyu. Nabi pun bersedih dan khawatir umatnya semakin berani mengolok-olokkan dan mendustakannya. Allah pun menurunkan wahyu-Nya. Beliau ditegur karena memastikan sesuatu, tidak mengatakan ”insya Allah”. ”Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: Sesungguhnya Aku akan mengerjakan Ini besok pagi. Kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. Dan ingatlah kepada Tuhanmu jika kamu lupa dan Katakanlah: Mudah-mudahan Tuhanku akan memberiku petunjuk kepada yang lebih dekat kebenarannya dari pada ini.” (QS. 18 : 23-24)

Tanda-tanda Kekuasaan Allah

Pada ayat sembilan Allah berfirman, "Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan kami yang mengherankan?” (QS. 18 :9). Karena terkadang kita terjebak pada hal-hal yang seperti ini. Cenderung mengultuskan orang-orang yang diberi karomah oleh Allah. Padahal sebenarnya Allah ingin menyampaikan pesan kekuasaan-Nya melalui mereka. Sebagaimana memberi para rasul dan nabi-Nya dengan berbagai mukjizat.

Siapakah Ashâbul Kahfi

Ashâbul kahfi hidup membawa ajaran Nabi Isa as. Hanya saja al-Qur’an tidak menjelaskan dengan detail kapan mereka hidup. Al-Qur’an hanya menyebutkan berapa lama mereka ditidurkan Allah dalam gua. ”Dan mereka tinggal dalam gua mereka tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun” (QS. 18: 25) Yaitu selama 300 tahun (Kalender Masehi) atau sama dengan 309 tahun (Kalender Hijriyah). Karena itu Allah menyebutkannya dengan ”wazdâdû tis’an”.

Mereka adalah sekelompok pemuda yang jumlahnya diperselisihkan. Ada yang mengatakan jumlah mereka tujuh orang ditambah satu anjing penjaga. Bahkan di antara mereka ada yang menjadi orang kepercayaan Gubernur Romawi saat itu -menurut Ibnu Katsir bernama Diqyanus. Sekaligus menepis rumor bahwa agama Islam hanya dianut oleh orang-orang miskin dan lemah. Justru sebaliknya agama ini mampu menembus dinding-dinding istana meski dikawal ketat oleh para algojo kezhaliman. Sebagaimana dakwah Nabi Musa as. yang masuk istana dengan tenang meski Fir’aun secara membabi buta telah membunuh ratusan, bahkan mungkin ribuan bayi.

Kekuatan Obesi dan Manajemen Harapan

”Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan kami tambah pula untuk mereka petunjuk” (QS. 18: 13).

Disamping konsisten memegang teguh iman kepada Allah para pemuda itu teguh memegang prinsip dan mempertahankan harapan dengan penuh keyakinan bahwa suatu saat nanti Allah akan menurunkan pertolongan-Nya pada hamba-hamba-nya yang tertindas serta memuliakan agama-Nya dan para penganutnya yang taat. Allah-pun meneguhkan mereka dan semakin menambahkan petunjuk-Nya kepada mereka.

Inilah yang dalam ilmu manajemen modern disebut dengan ”manajemen harapan”. Yaitu bagaimana seseorang mampu mempertahankan mimpi, angan dan cita-citanya agar tidak luntur meskipun berhadapan dengan berbagai halangan dan rintangan yang sangat dahsyat dan datang bertubi-tubi. Bahkan mampu menularkannya pada orang lain sehingga tujuan mulia ini terus dimiliki dan ditularkan dari generasi ke generasi.

Itulah 'kekuatan berkata benar di depan penguasa yang lalim dan zhalim'. Allah meneguhkan mereka saat diperlukan sebuah keterusterangan. Dengan lantang mereka berani berkata: ”Tuhan kami adalah Tuhan pencipta langit dan bumi. Kami sekali-kali tidak menuhankan siapapun selain-Nya” (lihatlah ayat 14).

Hal ini dikatakan di depan para pemuka kerajaan bahkan sebagian riwayat ada yang menyebutkan di depan upacara resmi yang dihadiri oleh Kaisar Agung Romawi. Dan tentunya disaksikan oleh ratusan bahkan ribuan pasang mata. Tentunya merupakan pukulan telak bagi penguasa saat itu. Karenanya Allah meneguhkan mereka. Sehingga mereka berani berkata benar dengan lantang tanpa ketakutan sedikit pun. Apapun konsekuensinya. Mereka pun memberikan argument kuat dan berani. Hal ini bisa kita lihat di ayat selanjutnya (15), ”Kaum kami ini telah menjadikan selain dia sebagai tuhan-tuhan (untuk disembah). Mengapa mereka tidak mengemukakan alasan yang terang (tentang kepercayaan mereka)? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah?” Bahwa tak ada yang laik untuk dituhankan kecuali Dzat yang serba Maha. Siapakah Kaisar Romawi yang mengaku sebagai titisan Dewa. Apa kelebihan berhala-berhala yang tak bernyawa yang mereka sembah? Atau ruh-ruh leluhur mereka yang tidak ketahuan bagaimana nasib mereka di alam kubur?

Konsekuensi

Berdakwah menyampaikan kebenaran bukanlah jalan mudah yang penuh pujian dan untaian penghargaan. Dari sejak Nabi Nuh, Hud, Shaleh, Luth, Ibrahim, Musa, Isa, semua dibalas dengan cemoohan dan terror-teror psikis serta tak jarang mengarah pada terror dan ancaman fisik. Padahal mereka adalah orang-orang terbaik di zamannya. Hal ini sepenuhnya dipahami oleh para pemuda kahfi. Mereka pun kemudian menjadi buronan. Namun, Allah memberi ilham pada mereka untuk lari dan berlindung ke dalam sebuah gua. Satu hal yang perlu kita pahami bahwa lari dalam situasi seperti ini dibolehkan. Bukan lari dari tanggung jawab. Namun, lebih merupakan sebuah strategi. Mengingat kekuatan musuh yang jauh lebih besar. Sedangkan lari dari medan peperangan yang dilaknat Allah adalah sikap pengecut yang takut dari kematian. Kemudian mereka pun ditidurkan Allah selama 300 tahun.

Disinilah Allah memberikan pancaran rahmat dan kekuasaannya pada mereka. Meski tidur Allah memberikan sinar matahari serta membolak-balikkan mereka, supaya tetap bertahan dan tidak dimakan binatang dan bumi. ”Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri sedang mereka berada dalam tempat yang luas dalam gua itu. Itu adalah sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Allah. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, Maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, Maka kamu tidak akan mendapatkan seorang pemimpinpun yang dapat memberi petunjuk kepadanya..” (QS. 18: 17)

Selain itu Allah juga menjaga mereka dari tangan-tangan jahil yang berusaha menyakiti mereka. ”Dan kamu mengira mereka itu bangun, padahal mereka tidur; dan kami balik-balikkan mereka ke kanan dan ke kiri, sedang anjing mereka mengunjurkan kedua lengannya di muka pintu gua. dan jika kamu menyaksikan mereka tentulah kamu akan berpaling dari mereka dengan melarikan diri dan tentulah (hati) kamu akan dipenuhi oleh ketakutan terhadap mereka.” (QS. 18: 18). Sehingga sampai bertahan sekian tahun mereka pun tak ada yang bisa menyentuh.

Pembuktian Janji Allah

Datanglah hari pembuktian janji Allah pada mereka. Mereka dibangunkan Allah. Sebagian bertanya-tanya kira-kira berapa lama tidur. Ada yang menjawab setengah hari dan ada yang menjawab satu hari. Lihatlah pembicaraan mereka,” Dan demikianlah kami bangunkan mereka agar mereka saling bertanya di antara mereka sendiri. Berkatalah salah seorang di antara mereka: sudah berapa lamakah kamu berada (disini?)”. Mereka menjawab: “Kita berada (disini) sehari atau setengah hari”. Berkata (yang lain lagi): “Tuhan kamu lebih mengetahui berapa lamanya kamu berada (di sini). Maka suruhlah salah seorang di antara kamu untuk pergi ke kota dengan membawa uang perakmu ini, dan hendaklah dia lihat manakah makanan yang lebih baik, Maka hendaklah ia membawa makanan itu untukmu, dan hendaklah ia berlaku lemah-lembut dan janganlah sekali-kali menceritakan halmu kepada seorangpun. Sesungguhnya jika mereka dapat mengetahui tempatmu, niscaya mereka akan melempar kamu dengan batu, atau memaksamu kembali kepada agama mereka, dan jika demikian niscaya kamu tidak akan beruntung selama lamanya.” (QS. 18: 19-20)

Saat salah satu dari mereka turun ke kota, semuanya telah berubah. Orang-orang dengan mudah dan tenang menyebut nama Allah. Tak ada rasa ketakutan sedikit pun. Semua telah berubah. Hal ini berlanjut ketika ia hendak membeli makanan sebagaimana yang dipesankan oleh teman-temannya untuk mengganjal perut yang lapar. Uang yang dibawanya sudah tak laku. Karena sudah berlalu tiga abad. Bahkan kemudian ia di bawa menghadap raja untuk ditanyai banyak hal. Singkat cerita terungkap bahwa dia adalah salah seorang dari para pemuda yang lari ke gua untuk menghindar dari teror Diqyanus yang zhalim. Sebagaimana dimaklumi penguasa saat itu telah memeluk agama Nabi Isa.

Kemudian semua ashâbul kahfi pun dibawa dan dikumpulkan di kota. Sekaligus untuk menjawab keraguan akan hari kebangkitan. Inilah buktinya bahwa Allah mampu membangunkan orang mati. Sehingga keraguan tentang hari kebangkitan bisa disirnakan dengan kisah nyata dan dengan saksi hidup seperti ini.

Allah pun mengabulkan doa-doa mereka ketika bermunajat memohon pertolongan dan sandaran pada-Nya. Mereka khusyu’ dan terus mempertahankan harapan ini. Para dai di luar gua pun makin gigih mendakwahkan agama yang terus diteror oleh penguasa.

Karena rentang waktu yang jauh dengan gaya hidup dan masa yang berbeda, Allah pun kembali menyabut nyawa mereka. Supaya mereka lebih tenang dan yakin ketika menghadap Allah. Dan karena hidup dengan suasana seperti itu sungguh sangat tidak nyaman. Mungkin juga dikhawatirkan mereka akan dikultuskan, dituhankan dan disembah oleh kaum mereka.

Pelajaran Berharga
  1. Kaum muda itu tidak identik dengan hura-hura, tidak bisa diatur, tidak serius. Namun kaum muda adalah sekelompok orang yang penuh potensi kebaikan dan kekuatan yang bisa dimenej bisa dioptimalkan untuk berbagai kemaslahatan umat. Karena bila tidak digunakan untuk hal-hal yang baik akan mengarah pada hal-hal negatif yang merugikan banyak orang,

  2. Orang tua perlu memberi kesempatan kaum muda untuk berbuat dan berkarya dengan arahan dan bimbingan. Bukan sebaliknya disisihkan atau bahkan dijadikan saingan,

  3. Konsisten dan teguh dalam memegang prinsip selama itu merupakan sebuah kebenaran. Meski berhadapan dengan kezhaliman dan terror-teror fisik atau psikis,

  4. Memiliki manajemen harapan yang kuat dengan terus menenamkan rasa tawakkal pada Allah yang dibarengi usaha yang maksimal serta menularkannya kepada generasi setelah kita,

  5. Tidak berputus asa dalam berdakwah bagaimanapun kondisinya serta berani menanggung resiko apapun,

  6. Mempunyai strategi yang tepat dalam berdakwah serta mampu membangun jaringan (network) yang baik,

  7. Segala sesuatu itu berproses dan tidak terjadi seketika. Kemenangan agama Allah dan pembuktian janji Allah pun dengan sunnatullah. Bahkan dalam kisah ini memerlukan waktu tiga abad,

  8. Berdakwah tidak menunggu tua atau banyak ilmu. Tapi sampaikan dakwah itu sesuai pengetahuan kita,

  9. Menuai hasil dan buah usaha tidak selamanya bisa disaksikan langsung saat kita hidup. Namun bisa jadi bermanfaat untuk generasi setelah kita. Dengan ini justru akan semakin membuat amal kita bernilai tinggi dengan segenap keikhlasan dan ketulusan serta sepenuh kepasrahan pada Allah.

Ikhtitam

Semoga sedikit yang kita tadabburi ini semakin mendekatkan kita dengan al-Qur’an serta semakin membangun ketakwaan kita pada Allah. Demi menggapai kemuliaan di sisi Allah. WalLâhu a’lam.


*http://saifulelsaba.wordpress.com/2008/10/23/hidangan-allah-2/

......

[+/-] Selengkapnya...

Selasa, 12 Februari 2013

Gila Sama Idola... Nggak Lah Yaaa!

Tentu Sobat Nida masih ingat betul ketika pertengahan 2011 lalu, Indonesia digemparkan dengan kedatangan salah satu icon remaja Amerika kala itu: Justin Biebers. Berbondong-bondong remaja dari hampir semua kota di Indonesia memenuhi Sentul demi melihat aksi panggung sang pujaan. Padahal, tiket masuk ke sana nggak murah, lho! Berkisar antara 500 ribu – 1 juta rupiah. Wow, amazing!
Belum lagi, untuk mendapatkan tiketnya, para Beliebers harus membeli jauh-jauh bulan sebelum kedatangan penyanyi muda yang biasa dipanggil JB itu. Ngantri plus desak-desakan demi tiket? So pasti!

......

[+/-] Selengkapnya...

Butterfly Effect

Assalamu’alaikum wr. wb.



Sejauh apa sih kebaikan yang kita lakukan berpengaruh sama dunia, Sob? Ceu ilah, Nida kok pertanyaannya jadi ala filosop gini yak? Hehehe. Mungkin kita masih malas berbuat baik karena merasa apa yang kita lakukan itu nothing. Masih sering kan, kita mikirnya kalo ngasih infaq recehan ke pengemis, jadi temen curhat karib yang lagi galau, atau minjemin buku ke rumah baca itu gak kan ngaruh apa-apa. Apalagi lihat kondisi masyarakat yang jauh dari nilai-nilai kebaikan. Korupsi di mana-mana, ekonomi segini-gini aja, masalah sepakbola pun gak kunjung reda. Hadeuh, remaja kayak kita ngelakukan apapun kayaknya gak kan ngubah apa-apa deh. Tapi, apa betul seperti itu, Sob?

......

[+/-] Selengkapnya...

Ketika Musik Bikin Gak Asik

Tiap Jumat malam, kayaknya remaja Indonesia lagi asyik mantengin layar tipi deh. Hmmm, apalagi kalo bukan buat nonton kontes nyanyi di salah satu stasiun tv swasta itu. Lihat orang dengan tampilan good looking en suara maut emang bikin kita betah diem di rumah ya, Sob. Beuhh, jangan-jangan Sobat Nida udah punya jagoan masing-masing malah? Fyi nih, video Fatin, anak SMA yang nyanyiin Grenade itu, ditonton sama sejuta lebih pengunjung youtube lohh. Percaya apa nggak, remaja kayak kita udah kebius aja sama faktor X dari acara ini. Bukan begitu, Sob?

......

[+/-] Selengkapnya...

Save Our Aqidah

"Awas... Tiga Shio "Dalam Bahaya" di Tahun ini!"

Gaswat...! Salah satu judul berita di salah satu web nasional mengangkat judul yang mengindikasikan kesyirikan masal! Bahkan yang lebih gaswatnya lagi, sang redaktur memiliki awalan nama M en nama belakang memakai salah satu asma Allah!

Fyuuhhh... emang sih, katanya itu didasarkan pada perhitungan bla bla bla, tapi masa iya kesialan ditimpakan cuma pada segelintir orang? Gak banget deh!

......

[+/-] Selengkapnya...

Jumat, 25 Januari 2013

SOAL UKK SMK BISNIS MANAJEMEN ( AK, AP, PM)

Soal UKK untuk SMK Bisnis Manajemen (SMEA) silakan download  di sini

......

[+/-] Selengkapnya...