Salam Kami

doa rabithah

doa rabithah

HADAPILAH...SHOUTUL HARAKAH

Senin, 04 April 2011

Siklus

Assalamualaikum wrwb.
Sob, kerasa nggak sih kalau hidup ini penuh dengan siklus alias perputaran? Nggak ada yang statis, semuanya berganti: Siang jadi malam, atas jadi bawah, susah berganti senang, kemudian berulang kembali.
Seharusnya ketika kita telah menyadari bahwa hidup ini adalah siklus yang terus berulang, maka tidak ada lagi sikap berlebihan alias lebay. Saat senang, wuih senangnya bukan main, atau saat sedih, meratapnya kebangetan! Kan kita sudah tahu bahwa setelah senang nanti akan datang lagi kesedihan,  dan setelah sedih, akan hadir kembali kegembiraan. So, semua ditanggapi dengan wajar-wajar saja.


Yang boleh lebay adalah rasa terima kasih kita pada Allah, bahwa Ia selalu menetapkan kita pada jalan-Nya baik saat susah ataupun senang, saat gelap maupun terang! Ia mengizinkan kita untuk bisa bersyukur di kala bahagia, dan bersabar di kala berduka.

Tahu kan kalau setiap putaran itu ada porosnya? Nah, bisa dibilang bahwa poros dari siklus ini adalah Allah! Allah ingin melihat keimanan kita, maka dipergilirkanlah siklus susah-gampang-senang-sedih untuk melihat kesungguhan kita membuktikan kesaksian bahwa Tiada Tuhan Selain Allah!

Sesungguhnya Dia Maha Tahu, kita-lah yang tidak tahu. Tanpa mempergulirkan siklus hidup pun, Allah sudah tahu siapa yang sesat dan siapa yang lurus, akan tetapi... Ia menghadirkan siklus agar kita tahu bagaimana sih kadar keimanan diri sendiri terhadap Allah? Apakah kita hanya beriman padanya di kala susah? Dan lupa padanya ketika senang? Atau sebaliknya, kita hanya mengingatnya di kala senang dan memaki-Nya di kala susah?

Semoga kita menyadari bahwa siklus tak berarti apa-apa ketika kita sudah berada di porosnya, pergiliran susah-senang-kaya-miskin tidak lagi berarti ketika Allah sudah di hati masing-masing kita.

Selamat menata hati di akhir pekan ini, agar Allah memudahkan kita dalam setiap siklus kehidupan.

Wassalam