Salam Kami

doa rabithah

doa rabithah

HADAPILAH...SHOUTUL HARAKAH

Jumat, 21 Januari 2011

Keutamaan sholat dhuha dua


Shalat Dhuha adalah shalat sunat yang dilakukan/ dikerjakan pada waktu dhuha atau pada waktu pagi hari yang sudah agak meninggi sampai sebelum datangnya shalat dhuhur (antara pukul 07.00 sampai pukul 10.00 WIB). Jumlah bilangan raka’at shalat dhuha minimal dua raka’at dan maksimal dua belas raka’at dan dikerjakan setiap dua raka’at satu salam (jumlah raka’at shalat dhuha bisa dengan 2,4,8 atau 12 raka’at). Manfaat/ faedah shalat dhuha yang dapat diperoleh dan dirasakan oleh orang yang mengerjakannya/ melaksanakan shalat dhuha adalah dapat melapangkan dada dalam segala hal, terutama dalam hal rizki, sebab banyak orang yang terlibat dalam hal ini.
Ayat-ayat yang paling baik dibaca dalam shalat dhuha: surat al-Waqi’ah, surat Asy-Syamsi, surat Adh-Dhuha, surat al-Kafirun, surat al-Quraisy, surat al-Ikhlas, dsb. Cara mengerjakan shalat dhuha sama seperti mengerjakan shalat fardhu, baik bacaan maupun cara mengerjakannya.


Keutamaan sholat dhuha dua rakaat :
1. Sebagai sedekah bagi 360 ruas tulang yang dimiliki setiap manusia
2. Pengganti tasbih, tahmid, takbir, menyuruh pada kebaikan, melarang k eburukan, menyingkirkan gangguan di jalan dan menanam dahak
3. Salah satu wasiat Rasulullah saw. kepada Abu Hurairah selain shaum 3 hari dalam setiap bulan dan mendirikan sholat witir sebelum tidur
(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim)
Keutamaan sholat dhuha empat rakaat :
1. Memiliki keutamaan seperti di atas
2. Allah SWT. Akan mencukupi segala kebutuhan orang yang sholat dhuha empat rakaat ini pada sore harinya
3. Merupakan pahala yang lebih cepat dari perang yang tercepat sekalipun
4. Merupakan pahala yang lebih banyak dari rampasan perang yang terbanyak sekalipun
5. Merupakan pahala yang lebih segera daripada segeranya pulang dari perang yang tercepat sekalipun
(Hadits riwayat Thabarani)
Saudaraku seiman seislam,
Dikala banyak orang yang membunuh sunah Rasulullah saw., marilah kita bersama-sama menghidupkannya kembali. Seratus pahala mati syahid, itulah ganjarannya. Salah satu sunah Nabi saw. adalah senantiasa mendirikan sholat dhuha setiap hari, yang keutamaannya telah kita baca bersama. Keutamaan di atas adalah intisari dari hadits-hadits sebagai berikut :
1. Dari Abu Dzar r.a., katanya :
“Rasulullah saw. bersabda : ‘Hendaklah masing-masing dari kamu setiap pagi bersedekah untuk setiap ruas tulang badannya. Maka setiap kali bacaan tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, melarang keburukan adalah sedekah, dan sebagai ganti dari semua itu, cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat dhuha.’ “
(Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim dan Abu Daud)
2. Ahmad dan Abu Daud meriwayatkan dari Buraidah bahwa Rasulullah saw. bersabda : “Dalam tubuh manusia itu terdapat 360 ruas tulang. Ia diharuskan bersedekah untuk tiap ruas itu.” Para sahabat bertanya : “Siapa yang kuat melaksanakan itu, ya Rasulullah ?” Beliau menjawab : “Dahak yang ada di masjid lalu ditutupi dengan tanah, atau menyingkirkan suatu gangguan dari tengah jalan itu berarti sedekah, atau sekiranya kuasa cukuplah diganti dengan mengerjakan dua rakaat sholat Dhuha.”
3. Dari Nuwas bin Sam’an r.a. bahwa Nabi saw. bersabda : “Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : ‘Wahai anak Adam, janganlah sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada permulaan siang (yaitu sholat dhuha), nanti akan Aku cukupi kebutuhannya pada sore harinya.’ “
(Diriwayatkan oleh Hakim dan Thabarani dan semua perawinya dapat dipercaya)
4. Dari Abdullah bin ‘Amr katanya : “Rasulullah saw. pernah mengirimkan sepasukan tentara lalu banyak mendapatkan harta rampasan dan cepat pulang. Orang-orang mempercakapkan cepatnya perang itu, banyaknya rampasan yang didapat dan segera kembali. Maka Rasulullah saw. bersabda :’Maukah kamu aku tunjukan sesuatu yang lebih cepat dari peperangan yang seperti itu, lebih banyak rampasan yang diperoleh bahkan lebih cepat pula pulangnya dari itu ? Yaitu seseorang yang berwudhu lalu pergi ke mesjid untuk bersholat sunat dhuha. Orang itulah yang lebih cepat perangnya, lebih banyak rampasannya dan lebih segera pulangnya.’ “
(Diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabarani; dan Abu Ya’la juga meriwayatkan seperti itu)

DOA YANG BOLEH DI BACA
Semua doa boleh dibaca dalam shalat dhuha, namun ada beberapa ulama mengajarkan doa shalat dhuha seperti berikut dan silakan diamalkan:

Allahumma innadh dhuhaa-a dhuhaa-uka, walbahaa-a bahaa-uka, wal jamaala jamaaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrata qudratuka, wal ishmata ishmatuk, Allahumma inkaana rizqi fis samma-i fa-anzilhu, wa inkaana fil ardhi fa-akhrijhu, wa inkaana mu’assiran fayassirhu, wainkaana haraaman fathahhirhu, wa inkaana ba’idan fa qaribhu, bihaqqi duhaa-ika wa bahaaika, wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita ‘ibaadakash-sholihiin…

Artinya:
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, apabila rizkiku berada di atas langit, maka turunkanlah; apabila berada di bumi maka keluarkanlah; apabila sukar maka mudahkanlah, apabila haram maka sucikanlah, apabila jauh maka dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang shaleh…“